Alami Kekerasan dari Kakek dan Pamannya, Bocah Ini Kabur hingga Terlantar di Jalanan

Bocah terlantar

Bocah cilik ini tidak mau diajak pulang saat ditemui di jalan.
Pasalnya ia mengkau bahwa dirinya telah mengalami kekerasan dan dianiaya oleh kakek dan pamannya.
Diketahui, anak-anak cenderung berubah sesuai dengan cara orangtua membesarkan mereka.
Penelitian terbaru tentang kekerasan pada anak menyatakan bahwa tinggal di lingkungan yang tidak aman atau penuh dengan kekerasan dapat menyebabkan perilaku agresif pada anak-anak.
Adanya kekerasan fisik juga meningkatkan resiko anak menjadi kasar dan agresif.
Maka dari itu reaksi pertama dari banyak anak yang dilecehkan adalah melarikan diri dari rumah, dengan harapan tidak akan pernah kembali lagi.
Melansir dari Viral 4 Real pada Selasa (7/11/2018), seperti itulah saat seorang warga Filipina melihat bocah cilik ini di jalanan pada malam hari dan sedang bekerja serabutan.


Warga Filipina yang bernama Cyrel Delfin Lago ini melihat bocah laki-laki ni saat duduk sendirian di sebuah sudut dengan wajah yang tertekan.
Saat Lago selesai bekerja dan hendak pulang, ia terkejut masih melihat bocah cilik tersebut di tempat yang sama.
Ia pun berpikir mungkin bocah cilik itu lapar dan kemudian Lago menawarkan sepotong roti dan kopi, dengan senang hati bocah cilik itu pun menerimanya.
Lago kemudian meminta anak laki-laki itu menuliskan namanya, tertulis Rolando Q. Pizzaras, Jr.
Ketika ditanya di mana tempat tinggalnya, bocah ini mengatakan bahwa dirinya tidak mau pulang karena mengalami kekerasan dari kakek dan pamannya.
Ternyata, sang ibu saat ini sedang bekerja di Kuwait, sementara ayahnya bekerja di Butuan.
Lago kemudian memutuskan untuk membagikan foto dan cerita bocah laki-laki ini di media sosial dan berharap ada yang mau mengulurkan tangan mereka dan menyelamatkan bocah laki-laki ini dari keluarganya yang kasar.
Kisahnya ini pun menjadi viral di media sosial dan banyak orang yang prihatin dengan nasib bocah cilik ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*