Banjir Dua Meter Nyaris Makan Korban, Bayi Berhasil Diselamatkan Setelah Terjebak di Genangan Air

Banjir di Medan

MEDAN.COM RAYA – Cuaca hujan tinggi melanda sejumlah daerah di Sumatera Utara mengakibatkan banjir.Seorang bayi terjebak di dalam rumah yang tergenang air di Serbelawan, Kabupaten Simalungun.

Sementara, Kota Tebingtinggi nyaris tenggelam. Aktivitas di pusat kota lumpuh, lalu-lintas pus macet akibat banjir melanda lima kecamatan.

Tim gabungan dari Personel Polres Simalungun dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Simalungun turut serta mengevakuasi korban banjir.
Air meluap lantaran banjir susulan dari hulu mengakibatkan 70 rumah di Pasar Bawah Kelurahan Seberlawan terendam banjir.

“Di lokasi ditemukan satu keluarga yang memiliki anak bayi terjebak genangan air, di lantai dua rumahnya. Keluarga tersebut sempat terisolir, berhubung derasnya debit air diprediksi berkecepatan kurang lebih 70 kilometer per jam dengan kedalaman sekitar 2 meter. Dan berhasil diselamatkan,” kata Kapolres Simalungun.

AKBP Marudut Liberty Panjaitan, Sabtu (2/12). Liberty turut mengavakuasi dan menggendong bayi tersebut.
Akibat penyumbatan sejumlah daluran air, evakuasi juga dilakukan dengan memakai alat berat berupa satu unit beko untuk melakukan pengerukan parit guna membuka jalan air. Semua warga yang terkena dampak banjir ini untuk sementara dievakuasi ke tempat tetangga yang lebih aman guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain kondisi banjir parah, penerangan di lokasi tidak mendukung berhubung listrik padam. Banjir tersebut melintasi jalan HR. Sihab Pasar Bawah Serbelawan, daerah tersebut merupakan dataran rendah yang di sekitarnya terdapat rumah penduduk, dan aliaran Sungai Singkam.

“Diduga, banjir berasal dari luapan dari Bandang dengan curah hujan yang tinggi berasal dari Perkebunan PT Bridgestone yang terjadi sejak Jumat (1/12) pukul. 10.00 WIB,” kata Marudut Liberty Panjaitan.

Tingginya curah hujan di hulu mengakibatkan banjir kiriman nyaris menenggelamkan Kota Tebingtinggi. Sebanyak 25 kelurahan tersebar di 5 kecamatan digenanangi air akibat meluapnya sungai Bahilang dan Sungai Padang. Ketinggian genangan air bervariasi, setengah hingga dua meter.

“Banjir mendadak tadi pagi sekitar jam 10.00 WIB. Di daerah tepi sungai lebih tinggi lagi banjirnya,” ujar Rahmat, seorang warga Tebingtinggi.

Akibat lain dari banjir, arus lalu-lintas trans Sumatera dari arah Pematangsiantar menuju Medan dialihkan ke ruas Jalan Imam Bonjol. Pantauan Harian Tribun Medan/Tribun-Medan.com, Sabtu (2/12) siang, sekitar pukul 13.00 WIB, terjadi kemacetan parah di simpang Medan Jalan Imam Bonjol, dan di pertigaan Jalan Sudirman – Jalan Medan-Pematangsiantar. Perjalanan untuk keluar dari Tebingtinggi membutuhkan waktu hampir dua jam.

Kelima kecamatan yang nyaris tenggelam ini yaitu Kecamatan Padang Hulu, Kecamatan Padang Hilir, Kecamatan Bajenis, Kecamatan Tebing Tinggi Kota, dan Kecamatan Rambutan. Lokasi banjir terparah berada di Kecamatan Padang Hilir dan Kecamatan Tebing Tinggi Kota.

Kota Tebing Tinggi nyaris lumpuh, para warga secara bahu-membahu keluar dari lokasi-lokasi banjir. Ada yang menggendong anak-anak dan juga mengendong orang tua yang sudah berusia lanjut menuju daerah yang tidak tergenang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*