Mengapa Buaya Sering Memangsa Manusia Akhir-akhir Ini? CP name Kompas.com

Peneliti utama Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesa ( LIPI), Hellen Kurniati, mengatakan, hal itu bisa terjadi karena buaya telah kehilangan ikan sebagai pakan alaminya. Populasi ikan di sungai Mahakam, misalnya, telah berkurang karena diambil oleh manusia.

 

“Selain itu, bulan ini adalah musim kawin buaya muara. Masa kawinnya bulan Agustus sampai Oktober saat musim kemarau, sungai tidak banjir,” kata Hellen saat dihubungi, Senin (18/9/2017).
Menurut Hellen, saat musim kemarau, buaya muara akan lebih sensitif sehingga lebih mudah menyerang manusia.
Hellen pun menyarankan, bila seekor buaya telah menyerang menusia, lebih baik buaya tersebut ditangkap dan dimasukan ke penangkaran. Sebab, buaya tidak lagi tertarik dengan ikan.

 

 

“Saya tidak tahu itu mengapa. Jadi lebih baik ditangkap. Kalau tidak, dia akan mencari manusia lagi. Belajar dari kasus di Nusa Tenggara Timur, itu BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) akan cari,” ucap Hellen.
Menurut Hellen, jika buaya menyerang manusia, terdapat dua kemungkinan yang akan terjadi. Pertama, korban akan tertelan habis masuk ke dalam perut buaya. Kedua, jasad korban masih bisa dikenali meski tubuhnya banyak bengalami kerusakan.

 

“Kalau lapar, korban dimakan habis. Kalau tidak lapar, itu biasanya manusia hanya dipatah-patahin. Saya belum tahu di Kaltim itu bagaimana,” ujar Hellen.
Mengenai jumlah korban, Hellen punya catatan kasus gigitan buaya di Kalimantan Timur. Sebanyak 33 orang berakhir dengan meninggal dunia, sedangkan 18 orang lainnya mengalami luka-luka.

Hubungi kami di :

via livechat : www.cucupoker.com
PIN BB : D8DD3B79
YM : cs_cucupoker@yahoo.com
WECHAT : cucupoker
LINE : cucupoker
Via sms/telp : +6282276082416

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*