Pria Homo di Citra Gran Cibubur Ini Simpan Mayat Pasangannya Selama 26 Jam di Tumpukan Baju Laundry

Mayat Imam Maulana saat ditemukan di Terminal Kampung Rambutan, samping kamar mandi umum, Selasa (14/11/2017) pagi.

JAKARTA – Usai membunuh pasangan homonya, Imam Maulana, sebelum kabur dan ditangkap polisi di Clean House Laundry, Ruko Gatewalk Perumahan Citra Gran di Cibubur, Bekasi, Rabu (15/11/2017) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, Badrun Harun (43) sempat menyimpan mayat Imam di antara tumpukan baju laundry.
Badrun kemudian membuang mayat Imam Maulana di kompleks kamar mandi umum Terminal Kampung Rambutan.
Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, Badrun dan Imam Maulana tinggal bersama di tempat mereka biasa bekerja di sebuah usaha laundry, yakni di Clean House Laundry, Ruko Perumahan Citra Gran, di Cibubur, Jakarta Timur.
Tempat usaha laundry berada di lantai satu. Lantai dua disewakan untuk kantor pengacara. Di tempat itu hanya Badrun dan Imam saja yang tinggal.
Menjelang peristiwa pembunuhan, Senin (13/11/2017) sekitar pukul 00.00 WIB, Imam baru pulang dari bepergian.
Ia kemudian terlibat cekcok dengan Badrun. Rupanya Badrun cemburu karena Imam menjalin hubungan dengan seorang wanita di Bandung.
Ketika kemarahannya memuncak, Badrun lalu nekat menghabisi kekasih sesama jenisnya Imam Maulana.
“Pelaku mencekik lalu menendang kemaluan korban, serta membenturkan tengkuk korban ke pinggir tangga lantai hingga tewas,” kata Hendy ketika dikonfirmasi, Rabu (15/11/2017).


“Motif sementara pelaku membunuh korban karena diduga cemburu. Korban memiliki hubungan dengan seorang wanita di Bandung,” tambahnya.
Kemudian, Badrun membungkus mayat Imam menggunakan plastik laundry, plastik tebal, karpet, lalu mengikatnya dengan tali jemuran.
Setelah itu, pelaku menyimpan mayat korban di sudut ruangan dan menutupinya dengan baju-baju laundry.
Selama lebih dari satu hari satu malam pelaku menyimpan mayat kekasihnya di laundry. Kemudian, pada Selasa (14/11/2017) dini hari sekitar pukul 02.00, pelaku memesan taksi online.
Badrun mengangkat sendiri mayat Imam yang sudah dibungkus tiga lapis dan memasukkan ke bagasi taksi online. Sopir taksi tidak mencurigai karena menduga bungkusan itu pakaian laundry.
Badrun meminta sopir taksi untuk membawanya ke Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Tiba di terminal, Badrun dibantu sopir taksi membawa bungkusan besar itu ke sebelah toilet umum terminal.
Sopir taksi tetap menduganya pakaian laundry, meski sempat merasakan lembab dan basah saat mengangkat bungkusan. Namun ia tidak mencium bau mayat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*